KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan 1447 H di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Pontianak pada Jumat (27/2/2026).
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memaparkan kondisi terkini serta berbagai capaian indikator makro pembangunan Kota Pontianak di hadapan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam acara Silaturahmi Ramadan.
Edi menjelaskan bahwa di usia ke-254 tahun, Kota Pontianak terus menunjukkan tren positif meski dihadapkan pada tantangan infrastruktur yang cukup berat.
Berdasarkan data kependudukan per Desember 2025, jumlah penduduk Kota Pontianak telah mencapai 692.743 jiwa.
Pertumbuhan tersebut dibarengi dengan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan yang mencapai angka 82,80.
Baca Juga : Safari Ramadan 1447 H di Rasau Jaya, Ria Norsan Ajak Sujiwo Bersinergi Bangun Kubu Raya
Pada sektor ekonomi, pertumbuhan tercatat stabil di angka 5,2%. Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan dari 4,3% menjadi 4% pada tahun 2025.
“Namun, kami mengakui bahwa angka pengangguran di perkotaan masih tergolong tinggi, yakni sebesar 7,6%, yang dipengaruhi oleh karakteristik kota jasa, di mana banyak sektor informal seperti UMKM kuliner dan warung kopi yang belum sepenuhnya terpotret dalam survei BPS,” tuturnya.
Salah satu poin krusial yang disampaikan adalah beban infrastruktur jalan akibat aktivitas logistik di Pelabuhan Dwikora.
Keberadaan empat perusahaan peti kemas yang beroperasi di tengah kota menyebabkan kemacetan serta tingginya beban jalan.
“Beban lalu lintas di Pontianak sangat tinggi. Setiap bulan tercatat hampir 10.000 kendaraan roda dua baru, 900 kendaraan roda empat, serta 200 kendaraan trailer dan truk yang masuk melalui pelabuhan. Kami berharap Pelabuhan Kijing dapat segera beroperasi minimal 50% untuk mengalihkan arus kendaraan berat ini,” ujar Edi.
Terkait batas wilayah dengan Kabupaten Kubu Raya, khususnya di area Perum 4, ia menyampaikan bahwa telah tercapai kesepakatan agar wilayah tersebut masuk ke dalam administrasi Kota Pontianak.
Saat ini, koordinasi bersama Pemerintah Provinsi tengah dilakukan untuk revisi Permendagri terkait batas wilayah.
Menutup paparannya, Edi menyoroti alokasi Dana Transfer Daerah tahun 2026 sebesar Rp 323 miliar dan berharap sinergi antara Pemkot Pontianak dan Pemprov Kalbar terus diperkuat demi percepatan pembangunan infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik.
Sementara itu, Gubernur Ria Norsan menekankan pentingnya menjaga tali silaturahmi serta memperkuat sinkronisasi pembangunan infrastruktur antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Pontianak.
“Orang yang selalu menyambung tali silaturahmi, Allah akan berikan tiga kemudahan. Pertama, panjang umur dan berkah umurnya. Kedua, dimudahkan rezekinya. Ketiga, dimudahkan segala urusannya,” ujar Ria Norsan.
Selain aspek spiritual, ia juga menyoroti langkah strategis memajukan wajah ibu kota provinsi, termasuk kolaborasi pelebaran jalan dan pembangunan jembatan guna mengatasi kemacetan, terutama pada jam sibuk sore hari.
Beberapa usulan infrastruktur yang menjadi perhatian antara lain rencana pelebaran Jalan Kakap dan Jalan Adisucipto, koordinasi progres duplikasi Jembatan Kapuas I (Jembatan Garuda), serta usulan pembangunan Jembatan Kapuas III untuk mengurai arus kendaraan.
Pemprov Kalbar juga tengah mengkaji sinkronisasi aturan masuk kendaraan bertonase besar ke jalan protokol kota agar tidak memperparah kemacetan.
Ria Norsan turut mengapresiasi penataan Kota Pontianak yang dinilai semakin baik dan nyaman. Ia mendorong Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya sebagai gerbang utama Kalimantan Barat untuk terus bersinergi memperbanyak ruang terbuka hijau.
“Kita melihat walaupun kota ini kecil, kalau ditata dengan baik dan ruang terbuka hijaunya diperbanyak, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman. Contohnya seperti Singapura, kotanya kecil tetapi ruang terbuka hijaunya sangat banyak,” tambahnya.
Kegiatan Safari Ramadhan ini juga menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Provinsi untuk memantau langsung persoalan sosial serta menyalurkan bantuan bagi pondok pesantren dan rumah ibadah di Kota Pontianak.
Adapun bantuan yang diserahkan meliputi:
1. Bantuan Rumah Ibadah (Masjid dan Surau):
• Masjid Nursalam, Kec. Pontianak Barat
• Surau Al-Ikhlas, Kec. Pontianak Kota
• Masjid At-Taqwa, Kec. Pontianak Tenggara
• Masjid Baiturrahman, Kec. Pontianak Kota
• Surau Nurul Ikhlas, Kec. Pontianak Utara
2. Bantuan Pondok Pesantren:
• Pondok Pesantren Al-Habib Sholeh bin Alwi Al-Haddad, Kec. Pontianak Tenggara
• Pondok Pesantren Darul Khoirot, Kec. Pontianak Utara
3. Bantuan Sosial Yayasan & Organisasi:
• Yayasan Panti Asuhan Al-Hidayah, Kec. Pontianak Kota
• Yayasan Mujahidin Kalimantan Barat
• Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Pontianak
4. Bantuan Operasional & Petugas Lapangan:
• Bantuan Operasional Masjid Sultan Syarif Abdurrahman (Masjid Jami’)
• Paket sembako untuk Petugas Kebersihan (Pasukan Kuning) Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak
Selain itu, turut diserahkan bantuan pangan dan pertanian berupa bibit cabai dan tanaman hortikultura produktif, paket bahan pokok (beras, minyak goreng, gula pasir) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta sarana produksi pertanian (pupuk dan peralatan berkebun skala rumah tangga) guna mendukung ketahanan pangan keluarga dan penghijauan pekarangan di Kota Pontianak.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan secara simbolis dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada masyarakat Pontianak melalui Pemerintah Kota Pontianak. (*)












