KabarKalimantan.id – Penguatan ekonomi kerakyatan di Kalimantan Barat memasuki babak baru. Ria Norsan bersama Ferry Juliantono menghadiri Grand Opening Toko Rakyat Serba Ada (TORASERA) Abdussalam di Jalan Poros Durian, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (9/2/2026).
Peresmian ini menandai langkah konkret membangun pusat distribusi koperasi yang ditargetkan menjadi model nasional.
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Koperasi RI melalui penandatanganan prasasti dan peninjauan area toko.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa Kementerian Koperasi tengah mengakselerasi penguatan ekonomi berbasis desa melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, sebagai tindak lanjut arahan Presiden.
Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia. Saat ini, lebih dari 83.000 badan hukum koperasi desa telah terbentuk dan siap beroperasi.
Melalui Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025, percepatan pembangunan fasilitas koperasi seperti gudang, gerai, dan sarana pendukung lainnya terus didorong. Sebanyak 30.000 koperasi ditargetkan siap beroperasi pada April 2026.
Baca Juga : Kolaborasi AJK STAI Al-Haudl Ketapang Gelar Lokakarya Jurnalistik Bersama Mahasiswa dan Pelajar
Ferry juga menekankan pentingnya sistem pusat distribusi atau agregator untuk memastikan rantai pasok koperasi berjalan efisien.
“Koperasi Desa Merah Putih memerlukan hub atau koperasi sekunder sebagai pusat distribusi. Kabupaten Kubu Raya kami pilih sebagai lokasi pertama pusat distribusi yang akan menjadi model nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Ria Norsan menyampaikan apresiasi kepada pendiri TORASERA, Dr. Anas, putra daerah yang dinilainya konsisten berkontribusi bagi masyarakat.
Menurut Norsan, kehadiran TORASERA menjadi jawaban atas tantangan dominasi ritel modern skala nasional yang kerap membuat pelaku UMKM tersisih.
Ia berharap konsep ritel berbasis kemitraan ini dapat diperluas ke berbagai daerah di Kalimantan Barat.
“Saya berharap konsep ini bisa dikembangkan di seluruh Kalimantan Barat agar UMKM kita terbantu dan ekonomi rakyat tumbuh berkelanjutan,” tegasnya.
Pendiri TORASERA, Ustadz Anis Al-Hindu, menjelaskan bahwa konsep usaha ini mengintegrasikan pusat belanja, kuliner, dan layanan perbankan dalam satu kawasan.
Seluruh gerai makanan diisi pelaku UMKM lokal dengan sistem bagi hasil (musyarakah) tanpa dibebani biaya sewa, listrik, maupun air.
TORASERA juga menerapkan tiga skema harga: harga eceran standar, potongan khusus pembelian di atas lima unit bagi pelaku UMKM, serta harga grosir untuk mitra pesantren dan koperasi desa.
Guna menarik loyalitas pelanggan, manajemen menghadirkan program undian umroh setiap enam bulan dan tengah menyiapkan operasional pabrik air mineral mikro “Airsa”.
Acara peresmian turut dihadiri jajaran Deputi Kementerian Koperasi RI, Anggota DPR RI Dapil Kalbar H. Yuliansyah, S.E., Bupati Kubu Raya, perwakilan Bank Indonesia, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kalbar, Forkopimda Kubu Raya, anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, pimpinan PT BPD Kalbar, camat Sungai Ambawang, Kepala Desa Durian, serta tokoh pesantren dan pelaku ekonomi daerah.
Dengan ditetapkannya Kubu Raya sebagai lokasi percontohan pusat distribusi koperasi nasional, TORASERA Abdussalam bukan sekadar ritel baru—melainkan simbol konsolidasi kekuatan ekonomi berbasis rakyat di Kalimantan Barat. (*)







