Wali Kota Balikpapan Usulkan Produksi Pertamax di Kilang Lokal untuk Atasi Kelangkaan

Wali Kota Balikpapan Isi BBM Kendaraan Warga di SPBU MT Haryono

KabarKalimantan.id — Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengusulkan agar bahan bakar Pertamax diproduksi langsung di Kilang Pertamina Balikpapan. Langkah ini dinilai sebagai solusi jangka panjang guna menghindari ketergantungan pasokan dari luar daerah yang kerap terganggu.

“Saya sudah sampaikan langsung ke Direksi Pertamina. Kalau produksi dilakukan di kilang kita, distribusi akan lebih lancar dan tidak terjadi kelangkaan,” kata Rahmad saat meninjau beberapa SPBU di Balikpapan.

Usulan ini muncul di tengah antrean panjang pembeli Pertamax dan Pertamax Turbo akibat terhambatnya distribusi BBM dari luar daerah dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Rahmad, kilang Balikpapan yang kini berada di tahap akhir pengembangan, memiliki kapasitas memproduksi bahan bakar berkualitas seperti Pertamax. Ia menilai produksi lokal akan memperkuat ketahanan energi kota dan wilayah sekitarnya.

SPBU 24 Jam dan Pemulihan Distribusi

Rahmad juga memastikan layanan SPBU 24 jam tetap dijalankan sesuai kesepakatan RDP dengan DPRD dan Pertamina. Ia menyebut antrean sudah mulai terurai dan pemulihan distribusi BBM berjalan sesuai rencana.

Sebagai antisipasi lanjutan, Pemkot membuka opsi penyaluran BBM lewat Perusahaan Daerah (Perusda) jika distribusi Pertamina kembali terganggu. “Kami siap ambil alih dengan armada standar bila diperlukan,” tegasnya.

Rahmad turut mengimbau warga agar tidak melakukan pengetapan dan mendorong pelaku usaha untuk menyalurkan BBM melalui jalur resmi seperti PertaShop atau SPBU Compact.

Pertamina Pastikan Stok Aman

Sementara itu, Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Alexander Susilo, memastikan ketersediaan BBM di Balikpapan aman hingga 15 hari ke depan. Dalam beberapa hari terakhir, 8.000 kiloliter BBM telah masuk dan tambahan pasokan akan terus datang.

“Kami mohon maaf atas situasi sebelumnya. Kini distribusi berjalan lancar dan masyarakat diminta tidak melakukan panic buying,” kata Alexander.