KabarKalimantan.id — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menetapkan target ambisius untuk membangun 800 titik koneksi Internet Desa pada akhir tahun 2025. Program ini fokus untuk menjangkau desa-desa terpencil yang belum memiliki akses jaringan internet konvensional sebagai bagian dari upaya pemerataan akses informasi dan komunikasi digital di seluruh pelosok daerah.
Pelaksana tugas Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Bambang Kukilo, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam mengurangi kesenjangan digital yang masih terjadi di sejumlah wilayah terutama di daerah pedalaman dan terpencil.
“Melalui program yang kami sebut Gratispol, Pemprov Kaltim telah mulai mensosialisasikan rencana implementasi Internet Desa kepada para kepala desa, khususnya di wilayah Kutai Barat,” ujar Bambang dalam kegiatan sosialisasi di Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Rabu (29/5/2025).
Bambang menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting sebagai tahap awal untuk memastikan target 190 desa di Kutai Barat dapat terjangkau layanan internet pada tahun ini. Ia juga menambahkan, desa-desa yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan layanan Internet Desa akan mendapat penghargaan berupa penambahan kapasitas bandwidth sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif dan produktif mereka.
“Kami akan memberikan reward kepada desa yang benar-benar memanfaatkan fasilitas internet ini secara maksimal dan produktif,” tegas Bambang.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kutai Barat, Rustam, menyatakan bahwa masih ada sekitar 30 kampung yang belum teraliri listrik PLN. Karena itu, program Internet Desa ini akan memprioritaskan desa-desa yang paling jauh dari ibu kota kabupaten dalam tahap awal pelaksanaannya.
“Karena kondisi listrik yang belum merata, kami fokus terlebih dahulu pada desa-desa yang berada di lokasi terpencil dan sulit dijangkau, agar mereka tidak tertinggal dalam akses informasi dan teknologi,” ungkap Rustam.
Pelaksanaan pemasangan koneksi internet dijadwalkan mulai pada awal Juni 2025, dengan target akhir tahun mencapai 800 titik koneksi di seluruh provinsi Kaltim. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 titik akan menggunakan teknologi satelit Starlink. Teknologi ini dipilih untuk menjangkau wilayah dengan medan geografis yang sulit dan tanpa jaringan internet konvensional.
Untuk memastikan kelancaran operasional, setiap kecamatan di Kaltim akan dilengkapi teknisi Unit Manajemen Sistem (UMS) yang bertugas menangani gangguan teknis dan permasalahan jaringan di lapangan.
Dinda Annisa, Account Manager dari Telkom yang turut hadir dalam sosialisasi, menyatakan pihaknya akan memastikan ketersediaan teknisi di tiap kecamatan agar respons penanganan kendala jaringan bisa cepat dan efektif.
Program Internet Desa ini tidak hanya berhenti pada tahap pemasangan infrastruktur saja. Pemprov Kaltim juga akan melakukan pemantauan berkelanjutan setelah instalasi untuk memastikan layanan internet dapat digunakan secara bergilir dan berkelanjutan oleh masyarakat desa.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah, penyedia layanan internet, serta dukungan aktif dari masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi solusi strategis dalam menjembatani kesenjangan digital yang selama ini menjadi tantangan di wilayah pedalaman.
Selain meningkatkan akses informasi, kehadiran internet di desa-desa terpencil juga diharapkan mendorong produktivitas masyarakat, membuka peluang ekonomi baru berbasis teknologi, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Program ini menjadi salah satu langkah penting Pemprov Kaltim dalam mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, maju, dan berkeadilan digital untuk seluruh warganya.








