Kalbar  

Keraton Pakunegara Tayan Siap Gelar Festival Budaya ‘Mande’ Bedel Keraja dan Perang Ketupat 2025

Lestarikan Tradisi, Keraton Tayan Selenggarakan Acara Besar

Raja Tayan ke-14, Gusti Yusri bersama permaisuri. | Keraton Pakunegara Tayan Siap Gelar Festival Budaya 'Mande' Bedel Keraja dan Perang Ketupat 2025. (FOTO: ISTIMEWA)

KabarKalimantan.id – Keraton Pakunegara Tayan, yang berlokasi di Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, bersiap menggelar hajatan budaya tahunan yang dinanti-nantikan. Festival Budaya Keraton Pakunegara Tayan Tahun 2025 akan menampilkan dua rangkaian acara utama yang sangat unik, yaitu “Mande’ Bedel Keraja” dan “Prosesi Perang Ketupat”.

Acara ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di area Keraton Pakunegara Tayan.

Festival budaya ini diselenggarakan sebagai wujud komitmen Keraton dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan adat serta tradisi luhur kepada masyarakat luas, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.

Pelaksanaan Festival Budaya ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sanggau, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Rangkaian acara juga dijadwalkan akan dihadiri oleh pejabat tinggi daerah.

Berdasarkan susunan acara yang dikeluarkan Keraton, kegiatan ini akan dimulai dengan upacara adat dan prosesi utama, dilanjutkan dengan acara formal yang akan dihadiri oleh:

1. Sambutan dari Raja Tayan.
2. Sambutan dari Ketua Umum FSKN (Forum Silaturahmi Keraton Nusantara, tentatif).
3. Sambutan dari Bupati Sanggau.
4. Sambutan dari Gubernur Kalimantan Barat, sekaligus akan membuka acara secara resmi.

Susunan acara tersebut juga mencakup pembacaan doa, saprahan bersama (makan bersama), hingga penutupan. Seluruh tamu dan undangan diimbau untuk memakai Busana Adat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi.

Berikut Susunan Acara Lengkap Pembukaan Festival Budaya:

1. Mande’ Bedel Keraja dan Prosesi Perang Ketupat.
2. Pembukaan oleh MC.
3. Pembacaan Ayat Suci Alquran.
4. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
5. Sambutan Raja Tayan.
6. Sambutan Ketua Umum FSKN.
7. Sambutan Bupati Sanggau.
8. Sambutan Gubernur Kalbar sekaligus Membuka Acara Resmi.
9. Pembacaan Do’a.
10. Saprahan Bersama.
11. Penutupan.

Kegiatan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebahagiaan bagi Keraton Pakunegara Tayan. Dengan mengundang berbagai pihak, termasuk Raja/Sultan/Permaisuri/Pangeran dari keraton lain (sesuai undangan), Festival ini diharapkan menjadi ajang pertukaran budaya sekaligus promosi pariwisata daerah Sanggau.

Penyelenggaraan Festival Budaya Mande’ Bedel Keraja dan Perang Ketupat menjadi bukti nyata upaya pelestarian tradisi dalam bingkai “Sanggau Maju dan Terdepan, Baik untuk Semua”, selaras dengan semangat Pemerintah Kabupaten Sanggau.