KabarKalimantan.id — Kementerian Perhubungan melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sigit Hani Hadiyanto berharap jika uji coba taksi terbang di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak menggangu jalur udara pesawat terbang.
Ia mengatakan jika pesawat tak berawak (Taksi Terbang) tersebut terus melakukan upaya koordinasi terkait ruang Udara yang berada di wilayah IKN jelang HUT RI ke-79 nanti.
“Pihak penyedia operator kalau konsep yang tentunya masih menggunakan ruang udara yang tidak bersinggungan dengan ruang udara untuk pesawat udara bisa dilakukan. Secara prinsip taksi udara ini termasuk dalam wahana udara tidak berawak,” kata Sigit Hani Hadiyanto, Rabu (3/7).
Menurut Sigit, mekanisme penerbangannya bersifat terpisah dengan ruang udara pesawat konvensional. Meski demikian, Sigit mengaku hal tersebut masih dalam kajian lanjutan, lantaran konsep itu masih dicermati di seluruh dunia.
“Secara prinsip, saat ini kebijakannya, kalau terkait dengan wahana udara tidak berawak atau UAM (urban air mobility) atau drone, atau taksi terbang atau apapun adalah sifatnya ‘segregated’. ICAO (Organisasi Penerbangan Sipil Internasional/International Civil Aviation Organization) sebagai penjuru regulasi penerbangan juga masih melakukan kajian-kajian mengenai hal itu,” kata Sigit.
Nantinya, lanjut Sigit, penggunaan taksi terbang ini membutuhkan izin dan tidak dapat dilakukan sembarangan ruang udara. Oleh karena itu, Sigit berharap adanya kesiapan dari operator untuk berkoordinasi secara baik dengan bandara setempat maupun penyedia layanan navigasi.
“Kemudian izin akan diberikan, kalau memang semua aspek itu dipandang sudah memenuhi persyaratan yang berlaku dan juga ‘safety assessment’ yang berlaku,” kata Sigit.
Jenis taksi Udara yang akan uji coba adalah buatan Hyundai nantinya beroperasi dan melakukan uji coba pada Juli 2024 ini. Uji Coba perdana ini akan dilakukan oleh Hyundai dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk menggunakan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto.
OIKN sendiri pada tahun lalu sudah melakukan uji coba taksi terbang di Bandara Budiarto Curug, Tangerang, oleh perusahaan EHang China yang berkapasitas dua orang.
Dikabarkan jika kapasitas penumpang taksi Udara ini yang mengudara di Kalimantan Timur sebanyak 5 penumpang. Untuk diketahui juga jika taksi terbang ini berpotensi untuk menjadi moda transportasi publik, selain itu taksi terbang juga menggunakan baterai sebagai sumber energinya dimana tenaga baterai ini memungkinkan taksi terbang untuk sekali mengudara hingga jarak 100 km.












