KabarKalimantan.id — Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menyoroti ketimpangan akses kebutuhan dasar di wilayah pedalaman Kaltim yang berdampak pada tingginya angka kemiskinan. Ia mengungkapkan harga kebutuhan pokok seperti semen dapat mencapai Rp800 ribu per sak, sementara harga bahan bakar minyak (BBM) menembus hampir Rp30 ribu per liter.
“Bagaimana masyarakat bisa maju jika listrik saja belum mereka rasakan. Sebagian masih hidup dalam kegelapan. Kondisi inilah yang membuat warga kami miskin,” ujar Rudy, Senin (12/5/2025).
Kaltim memiliki 1.038 kelurahan dan desa, namun masih ada yang belum terjangkau aliran listrik. Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemprov Kaltim menggulirkan dua program unggulan: Gratis Pol (Pendidikan dan Kesehatan Gratis) serta Jospol (Jaminan Sosial dan Pembangunan Infrastruktur).
Program ini, kata Rudy, menyasar langsung akar kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pembangunan infrastruktur seperti jalan dan listrik ke daerah pelosok.
“Kami optimistis, lewat program ini Kaltim bisa keluar dari jerat kemiskinan dan sejajar dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei,” tegasnya.








