DPRD Kaltara Minta PT Phoenix Resources Perkuat Kesempatan Kerja Lokal

Komisi IV DPRD Kaltara minta PT Phoenix Resources International lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal. Foto: dok hms

KabarKalimantan.id – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan pentingnya perusahaan strategis di daerah berkomitmen memperkuat serapan tenaga kerja lokal sekaligus menjamin keselamatan kerja. Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja ke PT. Phoenix Resources International, sebuah perusahaan dengan klasifikasi high risk karena penggunaan bahan kimia dan material berisiko tinggi.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV, Tamara Moriska, bersama jajaran anggota DPRD, diterima langsung oleh manajemen perusahaan, termasuk Manager SSL Oemar Kadir dan HRD Eko Wahyudi. Dalam pemaparan, perusahaan menyebutkan bahwa 41 persen tenaga kerjanya berasal dari daerah Kaltara. Namun, kebutuhan tenaga kerja khusus di bidang teknik industri, kimia, dan mesin masih belum sepenuhnya dapat dipenuhi dari tenaga lokal.

Menanggapi hal itu, Tamara Moriska menegaskan pihaknya mendorong PT. Phoenix Resources untuk memberi ruang lebih besar bagi putra-putri daerah. “Kami ingin tenaga kerja lokal bisa berkembang di perusahaan strategis ini. Tentu harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM agar sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa aspek keselamatan kerja menjadi perhatian utama mengingat tingginya risiko operasional. “Keselamatan kerja adalah hal yang tidak bisa ditawar. Semua pekerja maupun pengunjung harus terlindungi dan mengikuti standar yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu, HRD PT. Phoenix, Eko Wahyudi, menyatakan perusahaan tetap berkomitmen memperluas kesempatan bagi tenaga kerja lokal, sembari berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan SDM berkompetensi tinggi. “Kami akan terus berusaha menyesuaikan kebutuhan industri dengan potensi yang ada di Kaltara,” katanya.

Kunjungan ini diharapkan memperkuat sinergi antara DPRD Kaltara dan sektor industri dalam mendorong serapan tenaga kerja lokal, sekaligus memastikan standar keselamatan kerja dijalankan secara optimal di perusahaan berisiko tinggi.