KabarKalimantan.id – Di tengah rimbunnya hutan Kalimantan Tengah, sebuah keindahan alami mulai mencuri perhatian wisatawan: Air Terjun Tosah. Terletak di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), air terjun ini disebut-sebut sebagai “permata tersembunyi” yang menawarkan panorama spektakuler sekaligus ketenangan bagi para pencinta alam.
Bayangkan suara gemuruh air yang jatuh dari ketinggian, udara segar pegunungan yang menyentuh wajah, dan pemandangan hijau tak berujung — semua itu bisa dinikmati di Tosah, sebuah destinasi yang masih terjaga keasriannya.
Petualangan Menuju Keajaiban Tosah
Perjalanan menuju Air Terjun Tosah dimulai dari Kota Buntok, ibu kota Kabupaten Barito Selatan. Dari sana, pengunjung menempuh jarak sekitar 30–40 kilometer menuju Desa Rantau Bahuang, dengan waktu perjalanan sekitar 1 hingga 1,5 jam.
Sebagian besar rute menuju desa ini sudah beraspal, namun semakin dekat ke lokasi air terjun, jalan berubah menjadi tanah dan kerikil. Saat musim hujan, kendaraan dengan ground clearance tinggi seperti mobil off-road atau motor trail sangat direkomendasikan.
Setibanya di Rantau Bahuang, wisatawan disarankan menyewa pemandu lokal. Selain membantu navigasi menuju lokasi yang masih minim petunjuk, mereka juga menjadi penjaga tradisi dan pengetahuan lokal terkait Tosah. Perjalanan trekking dari desa menuju air terjun biasanya memakan waktu sekitar 30–60 menit, melewati jalur alami yang menantang dan penuh keindahan.
Cerita dari Warga: “Harta Karun” yang Dijaga dengan Cinta
Bagi masyarakat sekitar, terutama suku Dayak yang tinggal di kawasan Rantau Bahuang, Air Terjun Tosah bukan sekadar objek wisata. Ia adalah bagian dari kehidupan dan warisan leluhur yang dijaga turun-temurun.
“Tosah itu sudah ada sejak zaman nenek moyang kami. Dulu sering kami datangi untuk mandi atau mencari ikan,” tutur Ali, sesepuh Desa Rantau Bahuang. “Airnya bersih sekali dan dingin. Kami jaga supaya tetap lestari.”
Generasi muda Barsel pun mulai berperan aktif memperkenalkan Tosah ke publik.
“Sekarang banyak yang datang, apalagi waktu liburan. Kami senang, karena itu artinya daerah kami makin dikenal,” kata Rina, pemudi setempat yang sering membantu wisatawan.
Mereka berharap pengembangan Air Terjun Tosah dilakukan dengan prinsip berkelanjutan, agar pesonanya tetap alami sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Potensi Besar: Dari Ekowisata hingga Edukasi Alam
Keindahan Tosah bukan hanya soal pemandangan, tetapi juga potensinya untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kalimantan Tengah.
Beberapa potensi yang menonjol antara lain:
Ekowisata Berbasis Komunitas: Keasrian hutan dan kejernihan air cocok untuk wisata ramah lingkungan yang melibatkan masyarakat lokal.
Wisata Petualangan: Jalur trekking dan medan alami menjadikan Tosah magnet bagi pecinta tantangan.
Edukasi Alam: Lokasinya ideal untuk belajar tentang keanekaragaman hayati dan pelestarian ekosistem hutan Kalimantan.
Dengan dukungan pemerintah daerah dan kolaborasi masyarakat, Air Terjun Tosah berpotensi menjadi ikon wisata baru Bumi Dahani Dahanai, menyandingkan keindahan alam dengan kearifan lokal.
Tirai keindahan Tosah kini mulai tersingkap. Di balik gemuruh air dan rimbunnya pepohonan, tersimpan pesona yang siap memukau siapa pun yang berani menjelajahinya.
Nah, apakah Anda siap menjadi penjelajah berikutnya yang merasakan pesona Air Terjun Tosah?









