Potensi Karhutla Masih Ada hingga 5 Oktober, BPBD Kalbar Larang Warga dan Korporasi Bakar Lahan

Pencegahan menjadi penting agar kondisi karhutla yang mulai membaik tidak kembali memburuk dalam beberapa hari ke depan

Logo BPBD Kalbar

KabarKalimantan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mengingatkan masyarakat dan korporasi untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai hingga 5 Oktober 2026, terutama pada 4 dan 5 Oktober.

Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, peringatan tersebut mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kemudahan terjadinya karhutla.

Meski kondisi titik panas di Kalimantan Barat saat ini menunjukkan perbaikan, Ridwan meminta masyarakat tidak lengah dan tetap menghindari aktivitas pembakaran.

“Imbauan kepada masyarakat, berdasarkan data sampai tanggal 5 Oktober nanti, berdasarkan data BMKG masih adanya potensi kemudahan terjadinya karhutla, terutama pada 4 dan 5 Oktober mendatang,” ujar Ridwan, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga : Bupati Ketapang Sambut Turunnya Hujan Saat Hadiri Maulid Nabi 1448 H di Desa Sukabaru

Menurutnya, aktivitas pembakaran dalam kondisi cuaca yang masih mendukung terjadinya karhutla dikhawatirkan dapat kembali memunculkan kebakaran seperti yang terjadi sebelumnya.

Karena itu, peringatan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat, tetapi juga perusahaan atau korporasi yang memiliki maupun mengelola lahan.

“Diharapkan seluruh masyarakat maupun corporate dilarang untuk membakar di dalam kondisi sekarang ini, karena dikhawatirkan dari apa yang kami terima berdasarkan data yang kami peroleh ini, pada saat masyarakat masih melakukan pembakaran akan terulang lagi seperti kejadian kemarin,” katanya.

Ridwan menekankan pencegahan menjadi penting agar kondisi karhutla yang mulai membaik tidak kembali memburuk dalam beberapa hari ke depan.

“Kami mengimbau masyarakat secara keseluruhan untuk tidak membakar sehingga yang sudah terjadi sebelumnya tidak terulang lagi,” tegasnya.

BPBD Kalbar pun meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api, terutama menjelang periode 4–5 Oktober 2026. (*)