Karhutla dan Krisis Air Bersih, Norsan Serahkan Bantuan untuk Masyarakat Kubu Raya

Norsan kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau. Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pihak, termasuk korporasi, masyarakat umum dan peladang

SEMPROT - Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan saat menyemprotkan air untuk memadamkan api saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9/2026)

KabarKalimantan.id – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit H. Mukhsin, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (1/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Norsan juga membawa bantuan air bersih untuk dibagikan kepada masyarakat.

Norsan kembali mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan selama musim kemarau. Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pihak, termasuk korporasi, masyarakat umum dan peladang.

“Saya menyampaikan lagi kepada masyarakat, tolong, tolong, jangan membakar pada saat kemarau ini. Itu saja saya sampaikan kepada masyarakat. Ini baik masyarakat korporasi, masyarakat umum, dan juga masyarakat yang peladang, semua seimbang,” kata Norsan.

Menurutnya, pembakaran lahan dapat memberikan dampak kepada masyarakat luas. Ia menyinggung kondisi anak-anak yang telah terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kondisi udara.

Baca juga : Disambut Ratusan Warga, Ria Norsan Hadirkan Pelayanan Gratis di GMD Serimbu

“Kasihan anak-anak yang masih kecil sudah kena ISPA. Saya pikirkan perbuatan kita itu bukan untuk keuntungan kita sendiri, tapi untuk masyarakat ramai,” tambahnya.

Norsan mengatakan kondisi cuaca yang semakin panas juga membuat lahan lebih mudah terbakar. Ia menyebut suhu yang sebelumnya berada di kisaran 24-27 derajat Celsius kini telah mencapai sekitar 35 derajat Celsius.

“Sehingga orang membakar itu tidak perlu pakai minyak tanah dengan pemantik api lagi. Pakai puntung rokok, obat nyamuk pun sudah mudah terbakar sekarang,” tambahnya.

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati, khususnya ketika membuka lahan pertanian maupun perkebunan. Menurutnya, lahan gambut perlu mendapat perhatian karena api yang muncul di kawasan tersebut sulit dipadamkan.

“Kita mengharapkan yang tanah gambut ini jangan sampai membakar. Mohon, jangan membakar di tanah gambut,” ucapnya.

Selain meninjau lokasi karhutla, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyiapkan bantuan air bersih bagi masyarakat Kubu Raya. Norsan mengatakan pemerintah provinsi akan mengatur penyediaan air dengan mencari sumber air yang dapat digunakan.

“Sumber air kan yang ada sudah disampaikan Pak Banti. Salah satu di Anjungan itu sumber air kita, air bersih kita,” kata Norsan.

Pada kunjungan tersebut, pemerintah provinsi membawa tiga tangki air bersih untuk dibagikan kepada masyarakat.

“Hari ini kita sudah bawa tiga tangki rencananya,” kata Norsan.

Terkait penanganan karhutla yang melibatkan perusahaan, Norsan menyebut terdapat empat perusahaan yang telah dilaporkan. Ia mengatakan penindakan dapat dilakukan melalui pencabutan izin sekaligus proses pidana.

“Yang sudah kita laporkan sampai mencabut izin. Mencabut izinnya juga pidana. Izin dicabut dan juga dikenakan pidana. Itu sangat tegasnya,” tambahnya.

Norsan juga menyinggung Perda Nomor 1 yang menurutnya memberikan perlindungan kepada masyarakat. Namun, ia menegaskan perlindungan tersebut bukan berarti masyarakat bebas melakukan pembakaran lahan.

“Walaupun dilindungi dengan Perda, jangan sembarangan bakarnya,” kata Norsan.

Norsan kembali meminta seluruh pihak menahan diri untuk tidak membakar lahan selama musim kemarau karena dampaknya dapat dirasakan masyarakat luas.

“Akibatnya itu berimplikasi kepada masyarakat ramai. Kasihan,” tutupnya.