News  

Kapolri Listyo Sigit Kunjungi Samarinda: Bansos, Peletakan Batu Pertama Aspol, dan Agenda Kebangsaan

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo

KabarKalimantan.id — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, diagendakan bertolak ke Samarinda, Sabtu (17/5), untuk menunaikan rangkaian tugas sosial dan kelembagaan. Kunjungan kerja ini meliputi penyerahan bantuan sosial (bansos) dan peresmian proyek pembangunan Asrama Polisi (Aspol) di Jalan Gelatik.

“Bapak Kapolri akan melaksanakan sejumlah agenda di Samarinda, mulai dari penyaluran bansos hingga peletakan batu pertama Aspol Gelatik,” tutur Kasi Humas Polresta Samarinda, Ipda Ramli P. Sianturi, Jumat.

Agenda dimulai pukul 08.30 WITA di titik pembangunan Aspol. Di lokasi tersebut, Kapolri dijadwalkan menancapkan groundbreaking sebagai simbol dimulainya konstruksi Aspol Gelatik. Pada kesempatan serupa, ia secara simbolis menyerahkan bantuan sumur bor guna meningkatkan akses air bersih masyarakat Samarinda.

Usai prosesi di Jalan Gelatik, Kapolri bertolak ke Kantor Gubernur Kalimantan Timur untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Rudy Mas’ud pukul 11.00 WITA. Dialog strategis seputar sinergi keamanan dan pembangunan daerah menjadi fokus pertemuan tersebut.

Pukul 13.00 WITA, Listyo Sigit direncanakan hadir dalam Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Convention Hall GOR Kadrie Oening. Kehadiran Kapolri di forum kepemudaan tersebut diharapkan memupuk semangat kebangsaan dan toleransi antar–generasi.

“Sesuai informasi yang kami terima, setelah semua agenda di Samarinda rampung, Bapak Kapolri langsung kembali ke Jakarta. Tidak ada rencana kunjungan ke Balikpapan maupun Ibu Kota Nusantara,” jelas Ipda Ramli.

Sehari sebelumnya, Jumat (16/5), Kapolri bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri panen raya jagung di Bone, Sulawesi Selatan. Dalam kesempatan itu, Listyo Sigit menegaskan dukungan Polri terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama target ketahanan pangan nasional. Ia menyampaikan, panen di Sulsel merupakan bagian dari siklus panen kuartal kedua, dengan puncak panen raya serentak dijadwalkan pada Juni, dan mencatat lonjakan produksi sebesar 39 persen. Kapolri menggarisbawahi pentingnya optimalisasi penyerapan hasil panen demi stabilitas pangan dan kesejahteraan petani.