ULM Resmikan Lapangan Mini Soccer untuk Mahasiswa dan Masyarakat Umum

Writer: Redaksi | Editor: Sarina

Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri bersama jajaran Pemkab Kotabaru saat peresmian Lapangan SJA Mini Soccer ULM. (int)

Kabarkalimantan.id — Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kini memiliki fasilitas olahraga baru berupa lapangan “Mini Soccer” yang dapat digunakan oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Lapangan ini terletak di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Belitung Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Rektor ULM, Prof. Ahmad Alim Bachri, menyatakan bahwa pembangunan lapangan ini bertujuan untuk menyediakan sarana olahraga bagi mahasiswa serta masyarakat, sekaligus mendukung minat yang semakin meningkat terhadap olahraga mini soccer.

“Ini menjadi fasilitas olahraga bagi mahasiswa ULM serta masyarakat umum, terutama untuk meningkatkan minat terhadap olahraga mini soccer yang semakin populer,” ujar Prof. Ahmad Alim Bachri saat meresmikan penggunaan lapangan tersebut pada Rabu (tanggal peresmian tidak disebutkan secara spesifik dalam sumber asli).

Lapangan yang diberi nama SJA Mini Soccer ULM ini dibangun dengan total anggaran mencapai Rp5 miliar. Pendanaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Layanan Umum (APBN-BLU) ULM sebesar Rp2 miliar serta hibah dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru senilai Rp3 miliar.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Kotabaru Sayed Jafar Al-Idrus atas kepeduliannya terhadap kemajuan ULM,” tambah Rektor.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kotabaru ini mencerminkan sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam menyediakan fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Lapangan ini awalnya diproyeksikan untuk digunakan pada ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) 2023, mengingat Kalimantan Selatan menjadi tuan rumah pada tahun tersebut. Namun, karena adanya beberapa kendala, pembangunan baru dapat direalisasikan pada tahun 2024.

Menurut sumber internal ULM, beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pembangunan meliputi proses perizinan, kendala teknis dalam pengadaan material, serta perubahan prioritas anggaran. Namun, meskipun mengalami keterlambatan dalam proses pembangunan, keberadaan lapangan ini diharapkan tetap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi mahasiswa dan masyarakat dalam meningkatkan aktivitas fisik dan gaya hidup sehat.

Agar fasilitas ini dapat digunakan secara optimal dan berkelanjutan, pengelolaan lapangan akan dilakukan oleh Badan Pengelola Usaha ULM. Badan ini bertanggung jawab dalam mengatur sistem peminjaman dan pemeliharaan fasilitas agar tetap dalam kondisi terbaik.

Menurut informasi dari pihak pengelola, sistem peminjaman akan berbasis digital untuk mempermudah pengguna dalam melakukan reservasi dan pembayaran. Selain itu, akan ada petugas khusus yang ditugaskan untuk memastikan kebersihan dan keamanan lapangan selama jam operasional.

Rektor ULM berharap dengan adanya lapangan mini soccer ini, mahasiswa lebih termotivasi untuk beraktivitas fisik serta menjadikannya sebagai sarana olahraga yang dapat diakses oleh masyarakat secara luas.

“Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi pusat pembinaan olahraga dan tempat berkumpulnya mahasiswa serta masyarakat yang ingin berolahraga,” tambahnya.

Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan muncul bibit-bibit atlet baru yang dapat berkompetisi di tingkat daerah maupun nasional. Selain itu, lapangan ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kampus seperti turnamen internal, latihan rutin klub olahraga, serta event sosial yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sekitar.

Selain manfaat olahraga, keberadaan lapangan ini juga diprediksi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Warung makan dan usaha kecil lainnya berpotensi mendapatkan manfaat dari meningkatnya kunjungan ke area sekitar kampus.

Dengan peresmian ini, diharapkan lapangan Mini Soccer ULM dapat menjadi pusat aktivitas olahraga yang mendukung pembinaan atlet muda, meningkatkan interaksi sosial, serta memajukan olahraga di Kalimantan Selatan secara keseluruhan.