Tim Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Danau PTPN

UPAYA pencarian terhadap Surya yang tenggelam di waduk PTPN, Selasa (19/11/2024) malam(Tribun Tanah Laut).

Kabarkalimantan.id — Jasad Surya Lesmana akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa setelah sebelumnya dilaporkan tenggelam di Danau PTPN, Desa Ambungan. Proses pencarian memakan waktu kurang lebih delapan jam sebelum jasad korban berhasil ditemukan. Tim pencari menemukan korban sekitar lima meter dari titik awal tenggelamnya, pada Rabu (20/11) sekitar pukul 03.00 Wita.

Pencarian korban melibatkan upaya besar dari berbagai pihak. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Tanah Laut (Tala), relawan, Polri, TNI, masyarakat setempat, serta Basarnas Banjarmasin, bekerja sama dengan intens untuk memastikan korban segera ditemukan. Semua elemen yang terlibat menunjukkan dedikasi dan semangat tinggi meskipun pencarian berlangsung hingga larut malam.

Kapolsek Pelaihari, Iptu Benny Whardany, memberikan penjelasan terkait kronologi kejadian. Menurutnya, Surya Lesmana merupakan karyawan di rumah makan lesehan Tepi Danau PTPN, yang menjadi lokasi kejadian nahas tersebut. Peristiwa tragis ini bermula ketika korban sedang menaiki perahu bersama dua rekannya, Abdul Gani dan Arief Hidayat.

“Perahu yang ditumpangi bertiga tiba-tiba terbalik karena bocor. Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, sekitar pukul setengah 7,” ungkap Kapolsek.

Ketika perahu mulai tenggelam, kedua teman korban, Abdul Gani dan Arief Hidayat, berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada perahu yang masih mengapung sebagian. Namun, nasib berbeda dialami oleh Surya Lesmana. Kapolsek menjelaskan bahwa korban diduga tidak bisa berenang, sehingga ia kesulitan untuk menyelamatkan diri dan akhirnya tenggelam.

“Kedua temannya bisa berenang, sedangkan korban diduga tak bisa berenang,” lanjut Iptu Benny. Kondisi ini memperparah situasi dan menjadi penyebab utama korban tidak dapat bertahan saat perahu terbalik.

Upaya pencarian dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penyisiran permukaan dan pencarian di bawah air menggunakan peralatan khusus. Kerja sama antar tim sangat terlihat selama proses pencarian. Masyarakat setempat juga berperan besar, dengan menyediakan bantuan logistik dan memberikan dukungan kepada tim pencari.

Akhirnya, setelah delapan jam pencarian, jasad Surya ditemukan pada dini hari, sekitar lima meter dari lokasi tenggelam. Penemuan jasad korban membawa rasa duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekan korban. Setelah ditemukan, jasad Surya langsung diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Benua Lawas untuk proses pemakaman.

Rasa duka menyelimuti rumah duka di Desa Benua Lawas, tempat korban akan dimakamkan. Keluarga dan kerabat dekat korban berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir. Kejadian ini meninggalkan luka mendalam, terutama bagi keluarga korban yang harus kehilangan anggota keluarga mereka secara mendadak.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan saat berada di atas air, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan berenang. Kejadian seperti ini dapat dicegah dengan menggunakan perlengkapan keselamatan seperti pelampung dan memastikan kondisi perahu dalam keadaan baik sebelum digunakan. Bocornya perahu menjadi penyebab utama terbaliknya perahu yang ditumpangi korban dan teman-temannya.

Kepolisian dan pihak terkait berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar danau atau badan air lainnya. Kesadaran akan keselamatan, seperti memeriksa kondisi perahu dan menggunakan pelampung, sangat penting untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian, termasuk tim gabungan, masyarakat, dan para relawan yang bekerja keras hingga jasad korban ditemukan. Mereka juga berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang menimpa orang lain.

Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan akan terus memberikan edukasi kepada masyarakat setempat tentang pentingnya keselamatan di perairan. Iptu Benny menekankan bahwa kejadian ini menjadi pengingat bahwa aktivitas di atas air, meskipun tampak sederhana, tetap memiliki risiko yang harus diwaspadai.

Pihak Basarnas Banjarmasin juga menambahkan bahwa kerja sama lintas institusi menjadi kunci keberhasilan dalam pencarian korban. Dengan dukungan yang solid, mereka dapat menjalankan tugas dengan efektif meskipun menghadapi tantangan medan yang cukup sulit.

Kejadian ini membawa pesan penting tentang pentingnya kesadaran dan kewaspadaan di sekitar area perairan. Semoga kejadian tragis ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, sehingga tidak ada lagi korban jiwa yang harus jatuh karena kurangnya persiapan atau kelalaian saat beraktivitas di lingkungan berisiko tinggi seperti danau atau sungai.