KabarKalimantan.id — Sebanyak 2.750 anak Sekolah Dasar (SD) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur bakal di vaksin untuk mencegah Demam Berdarah (DBD). Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kota Samarinda dr Ismid Kusasih saat melakukan audiens dengan Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun di Balai Kota.
Target vaksinasi DBD nanti diprioritaskan ke daerah Kecamatan Samarinda Utara dengan total 5.500 dosis vaksin (2 kali vaksin per anak).
Kasus DBD di Kota Samarinda saat ini memang meningkat dari tahun sebelumnya. Awal Februari 2024 terdata dari Dinas Kesehatan Kalimantan Timur melansir jika Kota Samarinda dengan 203 orang positif dan satu kematian. Hal ini utamanya dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang mendukung cepatnya perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD.
Kalimantan Timur dari Data Dinkes Kaltim dari terdapat 2.502 kasus DBD dengan tujuh kematian. DBD tidak hanya melanda Kota Samarinda atau negara Indonesia saja, tetapi juga hampir diseluruh negara. Kasus DBD yang cukup besar misalnya terjadi di daerah Amerika Latin.
Upaya vaksinasi DBD ini adalah langkah pencegahan atau menanamkan system imun kepada anak-anak yang memang rentan diserang DBD. Menurut data yang dimiliki Dinkes, usia anak yang cukup rentan terserang DBD dan menghadapi resiko kematian cukup tinggi adalah antara usia 5 hingga 14 tahun.
Dana pelaksanaan vaksinasi bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Wali Kota Andi Harun menyambut baik perogram vaksinasi DBD ini. Ia mengatakan kedepanya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda juga siap menyelenggarakan program vaksinansi DBD dan mungkin akan menyasar kecamatan lainnya di Kota Samarinda.
Selama ini, Pemkot Samarinda melalui dinas terkait terutama Dinkes Kota Samarinda telah melaksanakan berbagai upaya pencegahan dan pembasmian nyamuk demam berdarah. Melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat, melakukan kegiatan bergotong royong membersihkan lingkungan yang dinilai dapat menjadi titik perkembangbiakkan nyamuk penyebar DBD. (Rilis Pemkot Samarinda/MAF/KMF-SMR)









